Saya mau berbagi cerita pagi ini
Pagi ini seperti biasa saya parkir kendaraaan di tempat parkiran, ada seorang temen juga parkir di tempat yang sama.. dan kita keluar bareng… sambil berjalan.. dia bercerita, anaknya masuk rumah sakit di RS Harapan Kita, anaknya berumur 12 hari, kata Dokter adanya penyempitan saluran darah dari jantung ke paru-paru, akibat diameter saluran darahnya terlalu kecil hanya 1 mm, normalnya 4 mm, akhirnya Dokter membuat alat Bantu selang, setelah 4 hari, ternyata si anak harus di operasi kembali, gara-gara selang yang di pasang tersumbat akibat darah yang membeku, Subhanallah dalam hati saya, anak sekecil itu harus menjalani operasi dua kali, yang ada di benak saya, kenapa selang yang di pasang pertama biasa gagal dan harus menjalani operasi kedua untuk pemasangan selang baru. Apa nga’ di riset dulu, 13 hari berjalan … semalam katanya ada tagihan 82 juta dengan nada melemah. Saya Tanya , itu selang seumur hidup apa di ganti2, katanya anaknya umur 6 bulan harus di operasi lagi. Nauzubillah
Pak Iwan Gayo pernah bercerita dengan saya, sedang makan dengan keluarga di daerah ciawi… tiba-tiba perutnya sakit luar biasa, di bawalah ke RS pondok Indah… ternyata gara2 ususnya yang kelipet, jadi pencernaanya tersumbat, akibat dulu pernah di operasi di rumah sakit yang sama, tapi pada saat memasukan usus tersebut ke dalam perut, tidak beraturan. Akhirnya di operasi ulang perutnya.
Saya teringat dengan Ibunda saya tercinta, tahun 2004 beliau meninggal dunia akibat hypertensi, Alhamdulillah saya pulang ketakengon sempat memandikan, mengkafankan, menshalatkan serta menguburkannya, karena ibu saya meninggalnya di rumah sakit medan, dan dibawa ke Takengon, saya langsung berangkat dari Jakarta ke Takengon. Pada waktu itu saya kecewa dengan RS Datu Beru, karena ibu saya 2 bulan sakit katanya Darah Tinggi dan lambung, 2 bulan tidak ada perkembangan, akhirnya saudara2 di takengon mengantar ibu ke medan, setelah di diagnosa… ternyata ada penyakit lever yang telah lama tidak di obatin… ada apa ini… saya coba cari tau beberapa sumber dan ternyata banyak Dr yang menjadikan RS Datu beru sebagai percobaan operasi, perbandingannnya 1 : 4, artinya 1 selamat yang lain Wafat “ kecuali caesar Drnya bagus ( Dr Asli dari Takengon )… menurut salah seorang temen” dan pada waktu itu… rumah sakit Datu Beru tidak mempunyai sarana dan perasarana yang lengkap, misalnya radiology, saya pada waktu itu langsung menemui ketua DPRK tapi beliau tidak ada, saya di terima masuk oleh Wakilnya… saya bercerita situasi RS Datu beru kira2 begini ceritanya saya..Kenapa banyaknya Mall praktek yang sering terjadi di takengon… para Dokter menyarankan berobat ke rumah saya saja, apa tidak ada control pak, dan radiologi aja nga’ punya pak, wakil DPRK.. semua kita control apa lagi “ alat apa tadi namanya “ saya , radiology pak.. Wakil DPRK.. iya alat itu sedang kita perbaikin di bireune. Yah begitulah ceritanya seorang Wakil DPRK saja tidak tau nama alat roentgen.
Banyak cerita yang kita alami sendiri atau sahabat, kerabat atau cerita2 di media tentang Hal ini, semuanya tidak ada jaminan terhadap kesehatan kita, di Pusat juga begini, bagai mana di gunung sana, Semoga Allah menyelamatkan Umatnya di muka Bumi ini, hanya kepadaMu kami berlindung dan mohon pertolongan. Amien. epul aman Rama
Senin, 16 November 2009
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar