Oh Ibu. Perjalananku.. pertemuanku dan takdirku
Pada saat lahir saat itulah kilometer 0 perjalanan langkah kita di mulai..Siapa yang tau kita dilahirkan oleh siapa dan dinegara mana, apakah kita punya kekuatan untuk memilih dari ibumana kita ingin dilahirkan, kenapa kita di lahirkan jadi seorang laki-laki atau seorang perempuan. Mungkin saja kedua orang tua kita telah merencanakan atau mengatur kelahiran kita menjadi apa yang mereka idamkan.. tetapi terkadang keinginan banyak yang tidak sejalan dengan kenyataan, tapi tetap terus berjalan di corridor yang telah di tentukanNya dan memang di takdirkan seperti itu dan ketika masa kelahiran itu datang, liatlah begitu gigihnya ibu dan ayah yang dibebankan Amanah Oleh sang Pencipta untuk menjaga kita saat bayi, malam siang… dan saat malam setiap 2 jam sekali kita menangis entah gerah… entah laper… entah gatal cuma satu bahasa kita saat itu… menangis ..sebelumnya, 9 bulan dalam kandungan ibu… ibu sering bercerita… padahal kita belum melihat dunia.. ibu sering mengeluh pada kita perutnya sakit... lelah berjalan.. padahal kita masih di perutnya… di elus.. diusap... kadang bergerak...ibu sepontan berteriak” eh anakku ada.. apa... pasti itu yang keluar dari mulutnya..dan saat lahir tiba... adalah waktu pertarungan hidup dan mati bagi si ibu.. ayah juga memainkan perannya mulai dari memberi semangat.sampai dengan siap jaga, setelah proses terjadi.. kita yang mungil terlahir dengan senyuman keceriaan di lingkungan kita.. suka cita dan gembira karena telah datang penghuni baru rumah itu. Tanpa kita sadari.. sungguh Maha Adil sang Pencipta. Coba liat saat itu kita masih mungil Allah telah menetukan rezeki melalui Asi yang ibu berikan... di beri pakaiaan, kehangaatan padahal jangankan meminta melihat dan berkata2 aja kita belum bisa.. tapi kita tetap diberi makan..minum... di mandikan dan di beri pakaian...diberi kelembutan dan kehangatan.. Maha Besar Allah yang Pengasih dan Penyayang.
Kata mereka diriku
S’lalu dimanja
Kata mereka diriku
S’lalu ditimang
Nada-nada yang indah
S’lalu terurai darimu
Tangisan nakal dari bibirku
Takkan jadi derita-mu
Tangan halus dan suci
T’lah mengangkat tubuh ini
Jiwa raga dan seluruh hidup
Telah dia berikan
Oh… bunda ada dan tiada
Dirimu-kan selalu ada di dalam hatiku by melly g
Maha Besar Allah yang Pengasih dan Penyayang.
Tanpa kita sadari, dalam hitungan hari kita semakin menjauhi ibu. lihatlah Saat kita mulai tengkurep sudah mulai menjauh beberapa centimeter dan mulai merangkak... mulai berjalan selangkah 2 langkah semakin menjauh dari ibu, berjalan dan berlari 1 sampai 2 meter dan akhirnya berangsur besar dan melakukan aktifitas sekolah, setengah hari baru ketemu ibu, dan seterusnya seharian full meninggalkannya, dan berujung ke luar daerah meninggalkan ibu bertahun-tahun, guna menuntut ilmu pengetahuan yang lebih tinggi, setahun.. 2 tahun.. ibu sering bertanya anakku kenapa meninggalkanku ibu.. kenapa belum mau pulang juga.. menunggu..dan berdoa..berilah kesehatan pada anak hamba karena kalau dia sakit siapa yang akan mengurusinya... kadang menagis...tapi kata ibu, biarkan kerinduan ini aku simpan asalkan anakku menjadi anak yang pinter. soleh. anak yang membanggakan, suka dan tidak suka, siap dan tidak siap kita akan berpisah, dengan orang kedua yg kita cintai, setelah Allah tentunya,
Apa yang dapat kita lakukan.dan .kekuatan apa yang akan kita kerahkan, untuk mencegah perpisahan ini.. semua tidak akan ada yang siap untuk di tinggalkan apalagi oleh orang yang kita cintai tapi perjalanan ini telah di Takdirkan seperti ini
Takdir juga yang menentukan siapa ibu kita atau ayah kita.. sering kita mendegar cerita Kenapa aku harus di lahirkan olehmu Ibu yang seperti ini.. nauzubillah.. aku tidak pernah minta di lahirkan di keluarga ini... nauzubillah... suka atau tidak suka.. kita di pertemukan dengan keluarga yang menyanyangi dan membesarkan kita. Suka atau tidak suka mereka akan tetap memperlakukan kita sebagai anak yang disayang oleh mereka.
Begitulah langkah kita dalam menempuh perjalanan, kita akan pertemuan dengan orang yang kita tidak menduganya sama sekali, entah pertemuan itu merupakan pertemuan yang paling kita inginkan atau tidak, atau kita akan mencegah esok hari kita tidak akan bertemu dengan siapapun, dan akhir cerita ini kita jangan pernah berharap orang yang selama ini dekat dengan kita akan terus berada di sekeliling kita, tidak..tidak..tidak.. mereka juga akan meninggalkan kita.. walaupun kita sendiri tidak pernah menghedaki perpisahan tersebut. Tapi Takdir telah menetukan semua kemana langkah kita.. dimana pertemuan kita, dan kapan perpisahan itu terjadi.
Wassalam